Jangan Ajarkan Orang Papua Demo Anarkistis: Pesan Tegas dari Tokoh Papua Charles Kossay
NEWS BOTAWA– Gelombang aksi demonstrasi yang berlangsung di berbagai daerah belakangan ini menyita perhatian publik. Di tengah dinamika tersebut, suara dari Papua kembali muncul melalui tokoh sekaligus aktivis Papua, Charles Kossay. Ia menegaskan sikapnya agar kebebasan berpendapat yang dijamin undang-undang tidak disalahgunakan dengan tindakan anarkistis.
Hak Berdemonstrasi yang Dijamin UU
Dalam pernyataannya, Charles menekankan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara. Hal ini tertuang jelas dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Namun, ia mengingatkan bahwa hak tersebut bukanlah tiket bebas untuk merusak atau bertindak di luar batas hukum.
“Demonstrasi di muka umum merupakan hak yang dilindungi UU. Tetapi ketika demonstrasi itu berubah menjadi anarkis dan merusak fasilitas umum, itu tidak bisa dipuji dan tidak bisa dibenarkan oleh siapa pun,” tegas Charles.
Belajar dari Aksi Damai
Charles menyoroti sejumlah aksi massa yang belakangan terjadi di Jakarta. Menurutnya, meski melibatkan ribuan orang, sebagian besar aksi tersebut masih dapat berjalan dengan damai, tertib, dan bermartabat. Ia menilai hal tersebut seharusnya menjadi contoh bagi daerah lain, termasuk Papua.
“Jangan ajarkan kami orang Papua untuk melakukan demo anarkis. Kalau kalian melakukan demo yang anarkis, berarti kalian sedang mengajarkan kami untuk melakukan hal yang lebih jauh lagi. Itu sangat berbahaya,” ujarnya mengingatkan.
Pernyataan ini bukan sekadar kritik, melainkan juga sebuah peringatan. Charles menilai, praktik demo yang berujung anarkis tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga dapat menularkan budaya destruktif kepada generasi muda di Papua.
Demonstrasi yang Bermartabat

Baca Juga: Mahasiswa Desak DPR Papua Dorong UU Perampasan Aset dan Masyarakat Adat
Bagi Charles, demonstrasi adalah sarana untuk menyampaikan aspirasi, bukan arena provokasi atau perusakan. Pesan yang ingin disampaikan dalam aksi massa justru akan lebih mudah diterima apabila disampaikan dengan cara yang santun, jelas, dan berfokus pada substansi.
“Demonstrasi seharusnya menjadi ajang menyampaikan aspirasi dengan damai. Bukan dengan tindakan merusak atau membakar fasilitas umum. Itu hanya akan memperkeruh suasana dan merugikan masyarakat sendiri,” tambahnya.
Seruan untuk Persatuan Nasional
Di akhir pernyataannya, Charles kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Ia menekankan bahwa stabilitas dan kedamaian adalah kunci utama dalam membangun Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan demi kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari Papua sampai Aceh,” tegas Charles.
Menjaga Papua Tetap Damai
Suara Charles Kossay ini menjadi pengingat penting bahwa Papua ingin dikenal sebagai tanah damai, bukan sebagai wilayah konflik. Ia menegaskan, orang Papua tidak ingin ditarik ke dalam budaya demonstrasi anarkistis yang hanya melahirkan luka sosial.
Pesan yang disampaikannya mengandung nilai yang jauh lebih luas: menjaga martabat bangsa dengan cara berdemokrasi yang sehat. Karena pada akhirnya, demonstrasi bukanlah soal teriakan massa semata, melainkan soal bagaimana aspirasi bisa sampai kepada pemerintah tanpa harus mengorbankan keamanan, ketertiban, dan rasa persaudaraan antarwarga negara.




