Pelunasan Ganti Rugi Tanah Bandara Botawa: Langkah Strategis Pemkab Waropen dalam Membuka Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat
NEWS BOTAWA– Kabupaten Waropen, Papua, kembali mencatat sejarah penting dalam pembangunan infrastruktur strategisnya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Waropen, dipimpin oleh Bupati Fransiscus Xaverius Mote, secara resmi telah melunasi pembayaran ganti rugi tanah untuk pembangunan Bandara Botawa. Pelunasan ini menandai babak baru dalam upaya pemerintah meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah yang selama ini terkendala oleh keterisolasian.
Proses Pelunasan yang Transparan dan Partisipatif
Pembayaran ganti rugi sebesar Rp 500 juta per pemilik tanah diserahkan langsung kepada Kepala Kampung Botawa, Yakob Moreni, yang juga merupakan Kepala Suku Saponi. Acara serah terima berlangsung di Kantor Distrik Oudate dan disaksikan oleh berbagai pihak, termasuk:
-
Ketua DPRD Waropen
-
Ketua Komisi A DPRD
-
Kepala Distrik Oudate
-
Dewan Adat Waropen
-
Perwakilan Polres Waropen
-
Pejabat OPD terkait
-
Masyarakat adat setempat
Proses ini merupakan tahap final dari pembayaran ganti rugi yang telah dilakukan secara bertahap sebelumnya, dengan total nilai mencapai Rp 4,5 miliar.
Komitmen Pemerintah Menghargai Hak Masyarakat
Bupati Fransiscus Xaverius Mote menegaskan bahwa penyelesaian ganti rugi ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghormati hak masyarakat adat yang telah dengan ikhlas melepaskan tanah mereka demi pembangunan Bandara Botawa.
“Kami bersyukur proses ini bisa diselesaikan dengan baik dan lancar. Ini adalah bentuk penghargaan kami kepada masyarakat yang telah mendukung pembangunan infrastruktur strategis ini,” ujar Bupati Mote.

Baca Juga: Warga Sarmi Papua Diguncang Gempa 6,4 SR, Getaran Terasa Hingga Wilayah Sekitar
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberadaan Bandara Botawa akan menjadi pintu gerbang transportasi baru setelah Pelabuhan Waren, membuka akses yang lebih luas bagi pergerakan manusia dan barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Waropen.
Dengan selesainya pembayaran ganti rugi, Pemerintah Provinsi Papua kini dapat melanjutkan tahap berikutnya, yaitu:
-
Penambahan landasan pacu untuk menampung pesawat yang lebih besar.
-
Renovasi ruang tunggu guna meningkatkan kenyamanan penumpang.
Langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintah untuk menjadikan Waropen sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Papua.
Respon Positif Masyarakat dan Tokoh Adat
Kepala Kampung Botawa, Yakob Moreni, menyambut baik penyelesaian ganti rugi ini. Ia mengapresiasi sikap pemerintah yang transparan dan melibatkan masyarakat adat dalam prosesnya.
“Kami percaya Bandara Botawa akan membawa perubahan besar bagi anak cucu kami. Masyarakat Saponi siap mendukung pembangunan ini,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Dewan Adat Waropen, yang menilai pembangunan bandara ini sebagai langkah tepat untuk memajukan daerah.
Keberhasilan penyelesaian ganti rugi ini menjadi contoh baik kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan stakeholder terkait. Dengan Bandara Botawa yang lebih modern, Waropen berpotensi menjadi hub transportasi baru di Papua, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Kami tidak berhenti di sini. Masih banyak pekerjaan rumah untuk memastikan Waropen semakin maju dan sejahtera,” tegas Bupati Mote menutup pernyataannya.
Dengan komitmen kuat dari semua pihak, Bandara Botawa diharapkan dapat segera beroperasi secara maksimal, menjadi simbol kemajuan baru bagi Waropen.




