, ,

Mahasiswa Desak DPR Papua Dorong UU Perampasan Aset dan Masyarakat Adat

by -958 Views
cek disini

Demonstrasi Mahasiswa di Jayapura Berlangsung Kondusif, Namun Aksi Susulan Dinilai Rawan Disusupi

NEWS BOTAWA–  Aksi demonstrasi yang digelar sejumlah organisasi mahasiswa di Kota Jayapura, Papua, pada Senin (1/9/2025) berlangsung aman dan tertib. Namun, aparat keamanan menilai aksi susulan yang akan digelar pada Selasa (2/9/2025) di Distrik Abepura lebih berpotensi disusupi pihak-pihak yang berkepentingan.

Aksi Damai di DPRD Papua dan Polda Papua

Sekitar 100 mahasiswa dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Jayapura menggelar aksi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua sejak pukul 11.00 WIT. Mereka berasal dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait situasi politik nasional maupun lokal Papua. Beberapa tuntutan yang disorot, antara lain:

  • Penghentian tindakan represif aparat terhadap penyampaian aspirasi publik.

  • Pembebasan massa aksi yang sebelumnya ditangkap di berbagai wilayah.

  • Evaluasi gaji dan tunjangan anggota legislatif.

  • Perhatian khusus terhadap isu HAM dan eksploitasi sumber daya alam di Papua.

Selain itu, massa mendesak DPR Papua agar ikut mendorong pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset dan Undang-Undang Masyarakat Adat.

Sekitar pukul 12.30 WIT, massa kemudian bergeser ke Markas Polda Papua yang berjarak sekitar 500 meter. Di sana, aksi berlangsung tertib hingga mereka membubarkan diri pada pukul 13.30 WIT.

Wakapolda Papua Brigjen Pol Faizal Ramadhani yang menemui langsung massa mengapresiasi aksi yang berlangsung damai. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Affan Kurniawan, korban dalam tragedi demonstrasi di Jakarta pekan lalu.

”Kami berharap situasi kondusif seperti ini terus berlangsung di masyarakat dan kami akan terus mengamankan situasi di Papua,” ujarnya.

Aksi Ojek Daring Batal Ikut

Demonstrasi di Jayapura Kondusif, Ada Satu Aksi Lainnya Lagi Rawan Disusupi

Baca Juga: Polda Papua Kerahkan 9.300 Personel Amankan Aksi di Jayapura

Menariknya, aksi di DPRD dan Polda Papua awalnya juga akan diikuti solidaritas dari komunitas ojek daring di Jayapura. Namun, mereka membatalkan keikutsertaan dengan alasan khawatir aksi dimanfaatkan atau disusupi pihak-pihak tertentu.

Kendati demikian, kondisi Kota Jayapura tetap kondusif. Sejumlah pertokoan yang sempat tutup ketika aksi berlangsung terpantau kembali buka pada sore harinya, sekitar pukul 15.00 WIT.

Fokus Bergeser ke Abepura

Meski situasi Senin terpantau aman, aparat kini menaruh perhatian penuh pada rencana aksi lain di Distrik Abepura, Kota Jayapura. Aksi ini dipelopori aliansi mahasiswa Papua yang menyoroti penahanan serta pemindahan empat tahanan politik (tapol) NFRPB dari Sorong, Papua Barat Daya, ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Keempat tapol itu merupakan petinggi kelompok yang menamakan diri Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) dan saat ini sedang menjalani proses peradilan dengan dakwaan makar.

Sebelumnya, pemindahan mereka dari Sorong ke Makassar pada Rabu (27/8/2025) memicu kerusuhan. Sejumlah fasilitas umum dirusak, termasuk kendaraan dan rumah pribadi milik Gubernur Papua Barat Daya Elias Kambu.

Wakapolda Papua menegaskan pihaknya telah menurunkan 9.300 personel untuk mengamankan rangkaian aksi 1–2 September di Papua. Aparat menilai aksi di Abepura berpotensi diikuti massa lebih besar dengan risiko penyusupan oleh kelompok pro-kemerdekaan Papua.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.