, ,

Salju di Puncak Cartenz Diprediksi Habis pada 2026 Tanda Nyata Perubahan Iklim Global

by -1026 Views
cek disini

Salju Abadi yang Tak Lagi Abadi: Puncak Cartenz Papua Diprediksi Kehilangan Es pada 2026

NEWS BOTAWA– Indonesia dikenal sebagai negara tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati dan bentang alam yang luar biasa. Namun, siapa sangka bahwa di tengah-tengah zona khatulistiwa, tepatnya di Papua tersimpan satu-satunya gletser tropis di Indonesia yang dikenal sebagai salju abadi yaitu salju di Puncak Cartenz, Pegunungan Jayawijaya. Namun kini, warisan geologis yang telah ada selama ribuan tahun ini menghadapi ancaman nyata: diprediksi akan sepenuhnya mencair pada tahun 2026.

Prediksi ini disampaikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq dalam Forum Nasional Pekan Iklim Bali 2025 yang digelar di Denpasar. Dalam sambutannya, Hanif menyoroti betapa nyata dampak perubahan iklim yang kini tak lagi hanya menjadi wacana ilmiah, tetapi sudah menjadi fakta lapangan yang tak terbantahkan.

Fenomena Global di Atas Tanah Papua

Puncak Cartenz, yang berada di ketinggian lebih dari 4.800 meter di atas permukaan laut, selama ini dikenal sebagai satu-satunya puncak bersalju di kawasan tropis Indonesia. Keberadaan es di kawasan ini menjadi simbol keunikan iklim dan geologi Tanah Papua, sekaligus menjadi indikator penting perubahan iklim global.

Namun, pemanasan global yang terus meningkat telah membuat lapisan es di Cartenz mencair dengan kecepatan mengkhawatirkan. Hanif mengungkapkan bahwa pada kunjungannya ke Cartenz pada tahun 2023, ia masih menyaksikan sekitar sepertiga puncak masih diselimuti salju. Kini, es tersebut hanya tersisa di “relung-relung” bebatuan, menyempit, dan kian menghilang.

Es Puncak Cartenz Diprediksi Habis 2026, Menteri LHK: Alam Tak Bisa Dibohongi

Baca Juga: Satpolairud Waropen Gelar Sosialisasi Keselamatan untuk Motorace dan Nelayan

Apa yang Menyebabkan Es Mencair Begitu Cepat?

Proses mencairnya salju di Cartenz sebenarnya bukan fenomena baru. Para ilmuwan dan aktivis lingkungan telah lama memperingatkan bahwa perubahan iklim global—terutama peningkatan suhu bumi akibat emisi gas rumah kaca (GRK)—menjadi penyebab utama mencairnya gletser-gletser di seluruh dunia, termasuk di Papua.

Gletser tropis, seperti yang ada di Cartenz, jauh lebih rentan terhadap perubahan suhu karena mereka berada di ketinggian yang sangat tinggi namun dikelilingi oleh daerah dengan suhu hangat. Begitu suhu global naik meskipun hanya 1–2 derajat Celsius, dampaknya langsung terasa secara signifikan pada lapisan es ini.

Indonesia sendiri telah menunjukkan komitmen dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui berbagai inisiatif. Pemerintah menargetkan penurunan emisi karbon sebesar 23 persen pada tahun 2035, serta mencapai emisi bersih sektor kehutanan dan lahan (FOLU Net Sink) sebesar 140 juta ton CO2e pada 2030 dan 304 juta ton CO2e pada 2050.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.