Waropen Lunasi Ganti Rugi Tanah untuk Pembangunan Bandara Botawa, Warga dan Pemerintah Bersinergi

News Botawa – Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote, secara resmi melunasi pembayaran ganti rugi tanah yang terdampak pembangunan Bandara Botawa, sebagai bagian dari komitmen pemerintah kabupaten untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Papua.
Pembayaran ganti rugi dilakukan dengan besaran Rp 500 juta per pemilik tanah, yang diterima langsung oleh Kepala Kampung Botawa, Yakob Moreni, yang juga menjabat sebagai Kepala Suku Saponi. Langkah ini menunjukkan sinergi antara pemerintah kabupaten dan masyarakat adat setempat dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus menjaga harmonisasi sosial di wilayah Waropen.
Serah Terima dan Hadirnya Pihak Terkait
Acara serah terima berlangsung di Kantor Distrik Oudate pada Rabu (13/8/2025) dan disaksikan langsung oleh sejumlah tokoh penting, antara lain:
-
Ketua DPRD Waropen
-
Ketua Komisi A DPRD Waropen
-
Kepala Distrik Oudate
-
Dewan Adat Waropen
-
Perwakilan Polres Waropen
-
Plt Kabag Tata Kelola Pemerintahan
-
Jajaran OPD terkait
-
Masyarakat adat setempat
Bupati Fransiscus Xaverius Mote menegaskan bahwa penyelesaian pembayaran ganti rugi ini adalah bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan proses pembangunan berlangsung dengan transparan, adil, dan menghormati hak masyarakat adat.
Tujuan dan Manfaat Pembangunan Bandara
Bandara Botawa diharapkan menjadi penggerak utama ekonomi dan aksesibilitas wilayah Waropen, khususnya di distrik terpencil yang selama ini kesulitan dijangkau. Beberapa manfaat yang ditargetkan antara lain:
-
Mempercepat mobilitas logistik dan penumpang di Waropen dan sekitarnya.
-
Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk sektor perdagangan, pariwisata, dan UMKM.
-
Meningkatkan pelayanan publik, termasuk transportasi medis, pendidikan, dan distribusi kebutuhan pokok.
-
Mengurangi kesenjangan wilayah terpencil, sehingga pembangunan lebih merata dan inklusif.
Dukungan Masyarakat dan Stakeholder
Kepala Kampung Botawa, Yakob Moreni, menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah pemerintah daerah:
“Kami sangat menghargai transparansi dan keadilan yang diberikan. Pembayaran ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan terhadap pemerintah kabupaten.”
Dewan Adat Waropen menekankan pentingnya melibatkan masyarakat lokal dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari persiapan lahan hingga operasional bandara nantinya. Hal ini dinilai akan memperkuat hubungan harmonis antara pemerintah, aparat keamanan, dan komunitas adat.
Progres Pembangunan
Pembangunan Bandara Botawa telah memasuki tahap awal konstruksi, dengan fokus pada:
-
Pengurugan dan pengerasan landasan pacu
-
Pembangunan terminal dan fasilitas pendukung
-
Pengelolaan lahan dan lingkungan agar pembangunan tidak merusak ekosistem sekitar
Pemerintah kabupaten menjamin proses pembangunan akan berjalan sesuai jadwal, dengan tetap memperhatikan kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.
Kesimpulan
Penyelesaian pembayaran ganti rugi tanah ini menandai tahap penting dalam pembangunan Bandara Botawa. Dengan dukungan penuh masyarakat adat, pemerintah kabupaten Waropen optimistis proyek ini akan memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi mobilitas, ekonomi, maupun kesejahteraan masyarakat di seluruh Waropen.




